Senin, 14 Oktober 2013

Ayah

Oleh : Rima Oktaviani Fanidia

Sosok yang begitu tegar dan kuat
Sabar menghadapi segala permintaan dari anak-anakmu
Selalu menuruti kemauan aneh anak-anakmu
Kuat menjalankan pekerjaanmu
Demi sesuap nasi untuk keluargamu
Kau tak melihat panas terik matahari
Tak melihat dingin hujan di luar
Demi beras...
Lihatlah ayah...
Kerut keningmu yang menua itu
Keringatmu yang bercucuran
Bahkan sakit yang kau rasa
Masih bisa kau tahan demi nafkah keluargamu
Ayah...
Aku bangga padamu
Kau motivasiku
Kau pahlawanku
Kau mengajarkan aku begitu banyak arti kehidupan
Ketika kau lelah...
Kau masih sempat memberikan sedikit waktu istirahatmu
Menemani tidur anak-anakmu
Hanya sekedar memberikan perhatian kecil karena sibuknya kau bekerja
Ayah...
Maafkan aku yang pernah membuatmu kecewa
Maafkan aku yang pernah membuatmu terluka
Tapi jujur ayah...
Semua itu aku tak sengaja melakukannya
Aku hanyalah gadis kecil yang ingin tahu segala hal
Maafkan aku ayah...
Aku selalu sayang ayah

Terima Kasih Tuhan

Oleh : Rima Oktaviani Fanidia

Entah apa yang harus ku ucapkan
Begitu bahagia hati ini
Mendambakan sosok yang selalu di idamkan
Kini datang dan hadir mengisi detik kosong
Menaburkan bunga-bunga indah
Membangunkan kupu-kupu dari tidur lelapnya
Tuhan...
Betapa bahagia hati ini
Melihatnya kembali dan menggenggam erat tangan lemah ini
Setelah sekian lama rapuh di dalam kegelapan
Hingga jatuh ke dalam jurang curam
Tuhan...
Aku tak ingin semua ini berakhir sia-sia
Aku akan menjaga semua kebahagiaan yang kau berikan
Menjaga senyum dan tawanya
Terima kasih Tuhan
Kau berikan aku kesempatan untuk bahagia bersamanya

Doa Terakhirku

Oleh : Rima Oktaviani Fanidia

Berapa lama aku sudah menunggu
Berapa lama aku sudah menanti
Dan berapa lama waktuku habis untuk mendoakanmu
Semua itu tak dapat di perhitungkan
Detik-detikku...
Ku buang hanya untukmu
Detik-detik yang begitu berharga
Semua terbuang hanya untuk menantimu
Menanti kekasih yang akan mengisi hati kosong ini
Bahkan aku mulai lelah untuk menunggu
Aku lelah untuk terus menanti
Harus sampai berapa lama lagi aku bertahan
Detik demi detik hingga tahun berganti
Ketika aku sudah tak dapat mengeluarkan air mata lagi
Doa terakhirku...
Aku mengharapkan kehadiranmu di sini
Mengisi dan mengganti waktuku yang terbuang

Bukan Permainan Cinta

Oleh : Rima Oktaviani Fanidia

Untuk apa harus menghindar
Untuk apa harus bersembunyi
Aku lelah dengan permainan ini
Aku lelah untuk terus bermain
Ketidak-pekaanmu yang membuatku lelah
Haruskah kita terus melanjutkan permainan ini
Hati ini mulai lelah
Hati ini mulai rapuh
Ketika aku menanyakan keseriusan ini
Kau justru berlari
Lari dari kenyataan yang harus kau hadapi
Sampai kapan hati ini berpura-pura untuk tegar
Hati ini bukan batu karang
Hati ini harusnya dicinta bukan dimainkan
Hati ini seharusnya bahagia
Dan seharusnya...
Hati ini memiliki benih cinta
Yang tumbuh menjadi padang bunga-bunga indah
Tetapi...
Hati ini menjadi gelap
Rasa sakit yang begitu dalam
Karena permainan ini yang terus berlangsung lama
Aku ingin berhenti
Aku ingin cinta yang nyata
Bukan permainan cinta yang bisa kau kendalikan
Coba kau lihat aku
Aku telah lelah, lemah dan rapuh
Aku butuh pelukan kebahagiaan darimu
Pelukan cinta yang benar-benar bukan permainan
Hentikan semua ini...
Aku ingin kau mengerti
Sesungguhnya hati ini begitu mencintaimu

Seberkas Cahaya

Oleh : Rima Oktaviani Fanidia

Ketika hiruk pikuk dunia malam memanggil untuk keluar
Aku memilih untuk sendiri
Dengan seberkas cahaya redup menemaniku
Mulai detik itu...
Ku goreskan setetes tinta di atas lembaran kertas putih
Entah dari mana kata-kata itu keluar
Hingga menjadi rangkaian kata yang begitu indah dan menyentuh
Begitu puitis seakan ikut masuk dalam kata-kata itu
Cahaya itu pun padam tak sanggup menerangi
Seberkas cahaya bulan datang satu persatu bersama bintang
Memberikan pesona yang begitu indah
Hingga kata-kata indah itu terus mengalir

Minggu, 13 Oktober 2013

Mungkin...

Oleh : Rima Oktaviani Fanidia

Kadang kita seperti berteman
Tapi pertemanan itu lebih dari sekedar pertemanan
Kadang kita seperti pacaran
Tapi hubungan itu tak lebih dari yang namanya pacaran
Kadang kita seperti bersahabat
Tapi persahabatan itu lebih dari bersahabat
Aku bingung...
Aku gak tau harus anggap apa
Kisah di antara kita ini
Mungkin...
Aku yang terlalu berlebihan
Mengganggap kisah ini istimewa
Tapi...
Itulah yang aku rasakan
Perasaan di antara kita
Di dalam hubungan yang kita jalani

Sabtu, 12 Oktober 2013

Karena Aku Sadar

Oleh : Rima Oktaviani Fanidia

"aku cinta kamu"
Mungkin kata-kata itu gak cukup buat mewakilkan isi hatiku
"aku sayang kamu"
Kata-kata itu juga gak cukup buat kamu mengerti
Karena ada banyak kata yang ingin ku ucapkan
Agar kamu tahu
Betapa besar kasih sayang dan cinta yang ku pendam
Mungkin aku perlu berlari
Melawan terpaan hujan dengan angin kencang yang melanda
Di ujung jalan itu
Mungkin aku bisa berteriak sepuasku
Memanggil namamu
Mengucapkan seluruh isi hatiku
Hingga aku puas untuk mengungkapkannya
Dengan cara itu aku bisa meluapkannya
Karena aku sadar
Aku dan kamu gak mungkin untuk bisa bersatu
Karena aku sadar
Masih banyak yang lebih pantas untukmu
Karena aku...
Hanya manusia biasa yang memiliki sejuta kekurangan